Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Samarinda

Tak Cukup Hanya dengan Bansos, Dinsos PM Samarinda Gencarkan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Adi Putra
27 Juli 2026
0 views
2 min
Dinsos PM memfokuskan program intervensi terpadu dan validasi data guna memastikan bantuan sosial serta pemberdayaan ekonomi tepat sasaran. (Ayu/KoranKaltim.com)

Penulis : Ayu Norwahliyah

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — Kemiskinan bukan sekadar perkara menerima bantuan melainkan bagaimana masyarakat memperoleh kesempatan untuk meningkatkan pendapatan.

Terkait hal itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda kini memperkuat strategi penanggulangan kemiskinan melalui penguatan pemberdayaan ekonomi agar keluarga penerima manfaat mampu mandiri secara finansial.

Strategi ini berjalan seiring dengan tren positif penurunan angka kemiskinan di Kota Tepian. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan Kota Tepian melandai menjadi 3,45 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai kisaran 4,3 persen. Penurunan tersebut tentu harus diimbangi penguatan kapasitas ekonomi agar warga yang telah lepas dari kategori miskin tidak kembali rentan terpuruk.

“Masyarakat juga perlu didorong agar memiliki kemampuan untuk meningkatkan kesejahteraan secara mandiri,” kata Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Samarinda Mochammad Arif Surochman. Intervensi terpadu yang memadukan penyaluran bantuan sosial, perluasan akses pendidikan dan Kesehatan diterapkan untuk penguatan sektor ekonomi warga. Guna memastikan efektivitasnya, verifikasi dan validasi data penerima bantuan terus diperketat agar program yang disalurkan presisi dan tepat sasaran.

Langkah ini turut disinergikan bersama Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) melalui program perlindungan sosial berjejaring, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan pangan. Sinergi lintas sektor tersebut menempatkan pemberdayaan ekonomi sebagai pijakan lanjutan pasca-penyaluran bantuan sosial, sehingga masyarakat memiliki penopang pendapatan yang lebih stabil dan berkelanjutan.

“Kedepan kami berharap pendekatan berbasis pemberdayaan dapat semakin diperkuat sehingga masyarakat memiliki peluang untuk meningkatkan pendapatan dan kualitas hidup berkelanjutan,” sebut Arif. 

Editor: Aspian Nur

Tags:

SamarindaBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Adi Putra

2

Penulis di kategori Samarinda.