Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Samarinda

Selisih Anggaran Disdikbud Rp400 Miliar, DPRD Kaltim Khawatir Ganggu Program Tahun Depan

Koran Kaltim
27 Juli 2026
0 views
2 min
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Sarkowi V. Zahry. (Foto: Surya/Korankaltim.com)

Penulis: Rahmat Surya

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Komisi IV DPRD Kaltim menyoroti adanya perbedaan data pagu indikatif anggaran di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kaltim dalam pembahasan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) untuk APBD Perubahan 2026 dan APBD Murni 2027.

Selisih anggaran yang mencapai sekitar Rp400 miliar, dinilai harus segera diselaraskan agar tidak berdampak pada pelaksanaan program pendidikan.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Sarkowi V. Zahry, mengungkapkan pihaknya menemukan perbedaan angka pada saat rapat kerja dengan Disdikbud Kaltim. Dalam paparan dinas, pagu indikatif anggaran disebut mencapai sekitar Rp2,2 triliun, sedangkan saat pembahasan bersama Badan Anggaran DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), anggaran yang tercatat hanya sekitar Rp1,8 triliun.

“Selisihnya cukup besar, sekitar Rp400 sampai Rp500 miliar, ini harus segera dicocokkan karena kalau nanti baru dikoreksi di akhir pembahasan, akan sulit menentukan program mana yang harus disesuaikan,” ujar Sarkowi, Senin (27/7/2026).

Menurutnya, kepastian besaran anggaran menjadi penting supaya program prioritas di sektor pendidikan tidak terganggu, terutama yang telah direncanakan untuk tahun anggaran tahun 2027.

Selain persoalan anggaran, pihaknya juga mengingatkan Disdikbud Kaltim, agar segera memprioritaskan penyelesaian pembangunan sejumlah sekolah yang hingga kini belum rampung, meski telah dianggarkan sejak 2024 dan 2025. 

“Beberapa proyek pembangunan SMA dan SMK masih belum selesai sehingga dikhawatirkan menghambat pelayanan pendidikan,” ucapnya.

Kemudian Sarkowi juga menyoroti adanya keterlambatan penyaluran seragam sekolah gratis dalam Program Gratispol. Berdasarkan penjelasan Disdikbud, keterlambatan ini dipicu proses pendataan siswa baru yang memerlukan kepastian jumlah penerima sekaligus pengukuran ukuran seragam.

“Oleh karena itu, kita juga telah meminta agar seluruh proses pendataan segera dituntaskan sehingga distribusi seragam dapat dimulai pada Agustus 2026 sesuai target,” pungkasnya.

Editor: Erwin 

Tags:

SamarindaBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Samarinda.