Penulis: Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kaltim mengakui kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) berpotensi memengaruhi pengembangan perpustakaan dan pelaksanaan program literasi di daerah.
Meski demikian, DPK Kaltim memastikan tetap berupaya menjaga kualitas layanan melalui optimalisasi anggaran yang tersedia serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak.
Seperti yang disampaikan Kepala DPK Provinsi Kaltim, Lisa Hasliana, bahwa penyesuaian anggaran di Perpusnas merupakan bagian dari kebijakan efisiensi fiskal pemerintah. Menurutnya, DPK Kaltim menghormati kebijakan tersebut dan tetap optimistis Perpusnas dapat menjalankan fungsi strategisnya sesuai dengan prioritas nasional.
“Pengurangan anggaran di tingkat pusat ini tentunya akan berdampak pada sejumlah program yang selama ini mendukung pengembangan perpustakaan di daerah,” ujar Lisa, Rabu (29/7/2026).
Salah satu dampaknya, kata dia, adalah berkurangnya bantuan pembangunan dan penguatan perpustakaan yang berpotensi memperlambat peningkatan kualitas layanan.
“Hal ini juga bisa berdampak pada upaya pemenuhan Standar Nasional Perpustakaan, proses akreditasi, hingga peningkatan capaian Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM), yang salah satu indikatornya adalah kualitas dan pemerataan layanan perpustakaan,” ucapnya.
Selain itu, Lisa menilai, penghentian bantuan buku bermutu akan membatasi akses masyarakat terhadap bahan bacaan, terutama bagi perpustakaan desa, taman bacaan masyarakat, sekolah, serta kelompok masyarakat yang selama ini mengandalkan program tersebut. Padahal, ketersediaan koleksi yang berkualitas menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan budaya baca dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM).
Lisa juga menyoroti, dampak efisiensi anggaran terhadap pelaksanaan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS). Menurutnya, program tersebut tidak hanya menyediakan koleksi buku, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan, pendampingan, promosi perpustakaan, serta berbagai kegiatan literasi.
Editor: Erwin




