Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Samarinda

KM Prince Soya di Pelabuhan Samarinda Terbakar, Diduga karena Uap BBM

Adi Putra
1 Agustus 2026
0 views
3 min
Petugas saat berupaya memadamkan api yang membakar Kapal Prince Soya (Adnan Abdul/Korankaltim.com)

 Penulis: Adnan Abdul

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Kapal Moto (KM) Prince Soya yang tengah bersandar di Pelabuhan Samarinda Jalan Yos Sudarso Kecamatan Samarinda Kota, Kota Samarinda Sabtu (1/8/2026) siang tadi sekitar pukul 11.02 WITA tiba-tiba terbakar. Api muncul dari bagian dek sisi kanan kapal dan sempat membubungkan asap hitam pekat sebelum akhirnya berhasil dipadamkan.

Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut karena saat kejadian kapal masih dalam kondisi kosong karena baru dijadwalkan berlayar pada Minggu (2/8/2026) besok.

Meski begitu kobaran api sempat membakar sejumlah peralatan dan sebagian dinding kapal. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda bersama personel KSOP Samarinda juga Pelindo serta relawan bergerak cepat menuju lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.

Sekitar 40 menit kemudian, api berhasil dikendalikan sehingga tidak merambat ke bagian kapal lainnya. Kasi Pemadaman dan Investigasi Disdamkarmat Kota Samarinda H Wisnu menjelaskan, saat petugas tiba di lokasi kobaran api sudah dalam kondisi cukup besar sehingga penanganan dilakukan secara terpadu.

"Laporan pertama kami terima dari warga dan begitu petugas tiba, api sudah besar sehingga langsung dilakukan pemadaman bersama KSOP, Pelindo dan relawan," ujar Wisnu.

Dari hasil pemeriksaan awal, sumber api diduga berasal dari area tangki bahan bakar namun yang terbakar bukan tangki BBM melainkan uap bahan bakar yang berada di sekitar tangki tersebut.

"Api berasal dari bagian tangki BBM. Yang terbakar bukan tangkinya, tetapi uap BBM yang kemudian memicu kobaran api," jelas Wisnu lagi. Sementara Kasi Keselamatan Berlayar KSOP Samarinda Yuliansyah menambahkan, laporan kebakaran diterima dari perwira jaga pelabuhan tepat pukul 11.02 WITA .

KSOP kemudian segera berkoordinasi dengan Pelindo dan mengerahkan mobil pemadam milik instansinya untuk membantu proses pemadaman. "Begitu mendapat laporan, perwira jaga langsung melapor kepada pimpinan. Kami segera berkoordinasi dengan Pelindo, kemudian mengerahkan mobil damkar milik KSOP untuk membantu pemadaman di sisi kanan KM Prince Soya," kata Yuliansyah.

Penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan. KSOP akan meminta keterangan dari nakhoda serta memeriksa seluruh kemungkinan penyebab, termasuk dugaan adanya aktivitas teknis sebelum kebakaran terjadi.

"Investigasi masih berjalan. Untuk sementara ada indikasi awal kebakaran berkaitan dengan tangki yang berisi oli, tetapi itu masih perlu dipastikan melalui penyelidikan lebih lanjut," sebut Yuliansyah.

KSOP belum dapat memastikan apakah sebelum kebakaran terdapat aktivitas pengelasan atau faktor lain yang memicu munculnya api. "Kami belum bisa menyimpulkan apakah ada aktivitas pengelasan atau faktor lainnya. Semua masih dalam proses penyelidikan," tegasnya. Pasca kejadian, KM Prince Soya direncanakan ditarik ke dok untuk menjalani perbaikan. Kepolisian Kawasan Pelabuhan (KP) Samarinda bersama KSOP masih melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti kebakaran, termasuk menghitung nilai kerugian material akibat insiden tersebut. 

Editor: Aspian Nur

Tags:

SamarindaBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Adi Putra

2

Penulis di kategori Samarinda.