Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Berita Terkini

Ada Kabar Pencemaran Lingkungan di Tihi-Tihi Bontang Lestari, DLH Bontang Pastikan Tidak Benar

Koran Kaltim
18 September 2026
0 views
•2 min
Pemandangan di perairan Tihi-Tihi di Bontang Lestari. (Foto: arianIG)

Penulis: Rahmadani

KORANKALTIM.COM, BONTANG - Masyarakat Kota Bontang beberapa hari terakhir diramaikan dengan kabar yang sejatinya masing simpang siur kebenarannya, yaitu dugaan pencemaran lingkungan di Kampung Tihi-Tihi Bontang Lestari.

Dugaan pencemaran lingkungan itu terjadi di kawasan perairan Tihi-Tihi yang disebabkan oleh kemunculan limbah minyak yang diduga Crude Palm Oil (CPO) dan mengganggu hasil panen budidaya rumput laut serta mata pencaharian nelayan.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang Heru Triatmojo, secara tegas membantah kabar tersebut.  

"Kami telah melakukan rapat bersama dengan para stakeholder, termasuk kecamatan dan kelurahan. Berdasarkan hasil pertemuan, tidak ada pencemaran lingkungan di Tihi-Tihi," kata Heru Jumat (18/9/2026)

Kabar yang beredar di tengah masyarakat luas tersebut murni berawal dari kesalahpahaman informasi yang belum terverifikasi kebenarannya secara teknis di lapangan. DLH Kota Bontang tidak tinggal diam saat isu tersebut mulai mencuat. Pihaknya langsung menerjunkan tim verifikasi lapangan untuk melakukan pengawasan dan peninjauan langsung ke titik lokasi kawasan Tihi-Tihi.

"Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga di wilayah pesisir Kota Bontang, agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu spekulatif yang belum jelas sumbernya," ujar Heru lagi.

Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH) DLH Bontang sudah berkoordinasi langsung kepada Ketua RT Tihi-Tihi dan Kelurahan Bontang Lestari, hasilnya, tim tidak menemukan adanya dugaan pencemaran tersebut.

Koordinasi lintas sektor antara pemerintah daerah dengan masyarakat Tihi-Tihi selalu terjaga dengan baik hingga saat ini. DLH Kota Bontang berkomitmen akan terus membuka ruang komunikasi dan siap menerima laporan resmi dari warga jika menemukan indikasi perusakan atau pencemaran lingkungan di masa mendatang.

Editor: Aspian Nur

Tags:

Berita TerkiniBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Berita Terkini.