Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Berita Terkini

PPU Fest ke-4 Ditutup, Sekda Tohar Minta Dampak Festival Diukur

Koran Kaltim
20 September 2026
0 views
•2 min
Penutupan PPU Fest ke-4 yang dilaksanakan di Kantor Bupati PPU pada Sabtu (19/9/2026) malam. (Foto: Dinda/Korankaltim.com)

Penulis: Dinda Ayu Dwi Meylani

KORANKALTIM.COM, PENAJAM – Sekretaris Daerah (Sekda) Penajam Paser Utara (PPU), Tohar, menutup PPU Fest ke-4 Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati PPU, Sabtu (19/9/2026) malam.

Dalam kesempatan tersebut, Tohar meminta penyelenggaraan PPU Fest tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, perlu dilakukan evaluasi untuk mengukur dampaknya terhadap budaya, kreativitas, UMKM, dan pergerakan ekonomi masyarakat, sesuai tema yang diusung, “Harmoni, Budaya dan Kreativitas”.

"Saya minta ke owner, dalam hal ini jajaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) PPU, yakinkan pasca-kegiatan ini ada evaluasi. Tujuan terstruktur dilaksanakannya Penajam Fest ini harus benar-benar diukur dari temanya," tegasnya.

Ia mengatakan terdapat tiga pilar yang dapat menjadi indikator keberhasilan PPU Fest, yakni potensi budaya, nilai harmoni, dan kreativitas. Ia menjelaskan potensi budaya dilihat dari seberapa besar potensi budaya lokal di sekitar masyarakat yang berhasil diungkap dan ditampilkan kepada publik melalui PPU Fest. 

Sedangkan nilai harmoni diharapkan menjadi wadah pemersatu masyarakat dan anak bangsa di Kabupaten PPU. Sementara kreativitas menjadi pembuktian aktualisasi diri melalui perpaduan keterampilan, ilmu pengetahuan, teknologi, serta pemanfaatan potensi sumber daya di sekitar masyarakat.

“Jika terbukti memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pergerakan ekonomi daerah, agenda serupa dapat dipertimbangkan untuk dilanjutkan pada PPU Fest ke-5,” ujarnya.

Diketahui, PPU Fest ke-4 sendiri diselenggarakan melalui kerja sama Disbudpar PPU dengan Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten PPU. Kegiatan yang didanai melalui APBD PPU Tahun Anggaran 2026 menjadi ruang promosi, ekspresi, dan kolaborasi bagi pelaku seni, komunitas ekonomi kreatif, serta pelaku UMKM lokal.

Kepala Disbudpar PPU, Safwana, mengatakan festival tersebut juga menjadi sarana promosi dan pemasaran produk unggulan daerah, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga fesyen.

"Kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi ruang untuk merayakan budaya, kreativitas generasi muda, potensi pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM lokal. Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku perubahan,” tuturnya.

Safwana inginkan budaya PPU semakin dikenal, produk lokal semakin diminati, dan pariwisata memiliki identitas yang kuat. 

Editor: Erwin

Tags:

Berita TerkiniBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Berita Terkini.