Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Berita Terkini

Kabut Asap Ganggu Penerbangan, RCLL Jadi Keunggulan Bandara Kalimarau

Koran Kaltim
21 September 2026
0 views
•2 min
Kepala BLU Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kalimarau, Patah Atabri. (Indri/Korankaltim.com)

Penulis: Indri

KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Berau kembali menjadi tantangan bagi transportasi udara. Jarak pandang yang menurun hingga sekitar 1.500 meter membuat sejumlah penerbangan harus menyesuaikan operasional, termasuk kemungkinan pengalihan ke bandara terdekat.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena jarak pandang merupakan salah satu faktor penting dalam proses pendaratan maupun lepas landas pesawat. 

Di tengah situasi itu, Bandara Kalimarau memiliki fasilitas pendukung berupa Runway Centre Line Light (RCLL) yang membantu pilot mendapatkan panduan lebih presisi saat berada di landasan.

Kepala BLU Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kalimarau, Patah Atabri, mengatakan RCLL menjadi salah satu keunggulan Bandara Kalimarau. Fasilitas tersebut berupa lampu yang berada di garis tengah landasan pacu.

Menurutnya, keberadaan RCLL tidak berarti menghilangkan batasan operasional akibat kabut asap. Namun, fasilitas itu memberikan panduan visual tambahan bagi pilot ketika kondisi jarak pandang terbatas.

“Pilot lebih percaya diri karena lampu di tengah runway lebih terlihat,” ujarnya, Senin (21/9/2026).

Sebelumnya panduan visual di landasan lebih banyak mengandalkan lampu di bagian tepi runway. Dengan adanya RCLL, pilot memperoleh acuan tambahan yang berada di tengah landasan, termasuk untuk membantu menjaga posisi roda depan pesawat tetap presisi.

“Kalau Central Line, posisinya pas untuk roda depan,” jelasnya.

Meski demikian, fasilitas tersebut tetap tidak mengubah ketentuan keselamatan penerbangan terkait jarak pandang minimum. Patah menyebutkan, untuk proses lepas landas di Bandara Kalimarau, jarak pandang minimum berada di kisaran 1.800 meter.

Sementara itu, untuk proses pendaratan, jarak pandang aman berada di angka sekitar 3.500 meter. Namun, kondisi di lapangan dapat berbeda bergantung pada hasil penilaian pilot dan kondisi operasional saat penerbangan.

“Semua keputusan ada di pilot,” tegasnya.

Dengan kondisi kabut asap yang masih berpotensi menekan jarak pandang, keberadaan RCLL menjadi salah satu fasilitas penting bagi Bandara Kalimarau. Namun, fasilitas tersebut tetap bukan jaminan penerbangan dapat beroperasi dalam seluruh kondisi cuaca.

“Kalau jarak pandangnya memungkinkan, pilot bisa mengambil keputusan. Semua tergantung pilot,” pungkasnya.

Editor: Erwin

Tags:

Berita TerkiniBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Berita Terkini.