Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Advertorial

Pengarusutamaan Gender Perlu Masuk dalam Kebijakan Pembangunan Daerah

Koran Kaltim
14 Agustus 2026
0 views
2 min
Momen pertemuan di Kantor DP3APPKB Tarakan. (Foto: Istimewa)

KORANKALTIM.COM, TARAKAN - Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Daerah terus diperdalam DPRD Kalimantan Utara. Salah satunya melalui kunjungan kerja ke DP3APPKB Kota Tarakan untuk menggali praktik dan masukan dari pemerintah daerah.

Ketua Bapemperda DPRD Kaltara, Supa’ad Hadianto, mengatakan kunjungan bersama jajaran Komisi IV tersebut diperlukan agar materi Ranperda tidak hanya disusun berdasarkan kajian di tingkat legislatif, tetapi juga mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

“Yang kami cari adalah informasi dan masukan konkret dari daerah. Bagaimana pengarusutamaan gender selama ini diterapkan, apa yang menjadi kendala, dan apa yang perlu diperkuat melalui regulasi,” kata Supa’ad, pekan ini.

Menurut dia, pengarusutamaan gender berkaitan dengan bagaimana pemerintah memastikan setiap kebijakan dan program pembangunan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat secara proporsional.

Karena itu, substansi Ranperda perlu dibuat cukup operasional. Regulasi nantinya diharapkan dapat menjadi acuan bagi perangkat daerah dalam memasukkan perspektif gender ke dalam perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi pembangunan.

“Jangan sampai Ranperda hanya menjadi dokumen regulasi. Yang lebih penting adalah bagaimana ketentuan di dalamnya bisa diterapkan dalam program pembangunan dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Supa’ad menambahkan, masukan dari DP3APPKB Kota Tarakan menjadi salah satu bahan penting dalam menyempurnakan materi Ranperda sebelum pembahasan dilanjutkan pada tahapan berikutnya.

“Setiap daerah tentu memiliki persoalan dan pengalaman yang berbeda. Itu yang perlu kami dengarkan agar regulasi yang disusun nantinya benar-benar sesuai dengan kebutuhan Kaltara,” katanya. (Adv)

Editor: Aspian Nur

Tags:

AdvertorialBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Advertorial.