Penulis: */M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Di tengah laju pertumbuhan ekonomi dan geliat pariwisata Kalimantan Timur, Swiss-Belhotel Borneo Samarinda mempertegas perannya bukan sekadar sebagai akomodasi, melainkan sebagai ruang pertemuan antara dunia bisnis, komunitas, dan budaya lokal.
Hotel bintang empat yang berada di jantung Kota Tepian ini terus bertransformasi mengikuti kebutuhan tamu modern tanpa meninggalkan karakter Samarinda yang hangat dan bersahaja. Konsep tersebut menjadi benang merah dari setiap pembaruan fasilitas, layanan, hingga program sosial yang dijalankan.
“Swiss-Belhotel Borneo Samarinda tidak hanya menjadi tempat menginap, tapi juga menjadi bagian dari denyut kota, tempat ide, kolaborasi, dan budaya lokal bertemu,” ujar Elizabeth, Executive Secretary Swiss-Belhotel Borneo Samarinda.
Transformasi ini tampak pada pembaruan sejumlah ruang pertemuan dan area publik yang dirancang lebih fleksibel dan artistik. Dengan tata ruang yang adaptif, hotel ini kini menjadi pilihan strategis bagi pelaku MICE, komunitas kreatif, hingga instansi pemerintahan yang rutin menggelar kegiatan di Samarinda.
Fasilitas kamar pun menyesuaikan kebutuhan tamu long-stay maupun korporasi. Kategori Suite dan Presidential Suite kini dilengkapi kitchen set dan Smart TV, memberi kenyamanan layaknya hunian pribadi di tengah mobilitas tinggi.
Tak hanya fokus pada pelayanan, hotel juga aktif memperkuat sinergi dengan masyarakat sekitar. Kolaborasi dengan UMKM lokal untuk penyediaan suvenir, hampers, dan pop-up booth menjadi bentuk dukungan nyata terhadap perekonomian daerah. Kegiatan sosial seperti donor darah dan pembagian takjil turut memperkuat kedekatan hotel dengan komunitas.
“Semangat kami adalah born and beyond lahir di Samarinda, tumbuh bersama masyarakat, dan melangkah melampaui batas untuk memberikan pengalaman berkesan bagi setiap tamu,” tambah Elizabeth.
Ke depan, Swiss-Belhotel Borneo Samarinda berkomitmen memperkuat posisi sebagai mitra utama perjalanan bisnis dan pariwisata di Kaltim, dengan mengedepankan keseimbangan antara standar global dan kehangatan lokal. (*)
Editor: Erwin




