Penulis: */Hendra
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) menegaskan komitmennya terhadap keselamatan dan kesehatan kerja dengan meraih Penghargaan Kecelakaan Nihil (Zero Accident) dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Penghargaan ini diberikan pada Penganugerahan K3 Tahun 2025 di GOR Kadrie Oening, Samarinda, Selasa (11/11/2025) lalu, dan diterima oleh PLN UID Kaltimra bersama tiga unit pelaksana, yaitu UP3 Balikpapan, UP3 Berau, dan UP2D Kaltimra.
PLN mendapatkan penghargaan tersebut karena berhasil mempertahankan nihil kecelakaan kerja hingga Desember 2024. Capaian ini menunjukkan bahwa budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) telah berjalan konsisten di seluruh unit operasional perusahaan.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, membuka kegiatan dan memberikan apresiasi kepada perusahaan yang menerapkan standar K3 dengan baik.
“Penerapan keselamatan kerja merupakan indikator penting keberhasilan operasional. Melindungi pekerja adalah prioritas yang tidak dapat ditawar,” tegasnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kaltim, Rozani Erawandi, menjelaskan bahwa penghargaan K3 tahun ini diberikan kepada 329 perusahaan dan tiga pemerhati K3. Ia menyebut proses verifikasi dilakukan menyeluruh, mencakup pemenuhan standar keselamatan, pencegahan penyakit kerja, serta implementasi edukasi K3.
General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, menyampaikan apresiasi atas penghargaan tersebut dan menegaskan bahwa keselamatan menjadi fondasi seluruh proses kerja di PLN.
“Penghargaan Zero Accident ini merupakan hasil disiplin, kepedulian, dan komitmen seluruh insan PLN UID Kaltimra dan unit pelaksana. Budaya safety first adalah komponen utama dalam menjaga keandalan layanan kelistrikan,” ujarnya dalam rilisnya, Senin (17/11/2025).
Chaliq juga memastikan bahwa PLN UID Kaltimra akan terus memperkuat penerapan Sistem Manajemen K3 yang terintegrasi serta meningkatkan kompetensi pegawai. Ia menegaskan bahwa seluruh proses operasional harus berjalan aman, andal, dan berkelanjutan untuk mendukung pasokan listrik di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
“Sebagai penyedia layanan ketenagalistrikan, PLN memahami bahwa setiap cahaya yang menyala berasal dari tanggung jawab besar untuk menjaga keselamatan di setiap lini. Mereka tidak berperang melawan penjajah, tetapi melawan kelalaian,” tutup Chaliq. (*)




