Penulis: Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DPPKUKM) Kaltim terus berupaya memperkuat hilirisasi sumber daya alam (SDA) sebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah
Kepala DPPKUKM Kaltim Heni Purwaningsih menjelaskan, saat ini hilirisasi sudah sejalan dengan visi pembangunan daerah, terutama dalam meningkatkan nilai tambah komoditas lokal. Menurutnya, masuknya investasi menjadi kunci utama keberhasilan program tersebut.
"Berdasarkan data DPMPTSP Kaltim menunjukkan sejumlah industri, baik dari penanaman modal asing maupun dalam negeri, mulai menanamkan modal di berbagai sektor," ujar Heni kepada Korankaltim.com Sabtu (6/12/2025) hari ini.
Karena itu mereka terus melakukan verifikasi teknis terhadap investasi Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN), sementara untuk Penanam Modal Asing (PMA) kata dia ditangani pemerintah pusat.
Satu dari beberapa sektor yang perkembangannya paling pesat adalah industri sawit dan kawasan Kariangau juga beberapa wilayah Kaltim kini mulai padat dengan aktivitas hilirisasi perkebunan. “Industri sawit sudah berjalan sesuai harapan dan menunjukkan pertumbuhan signifikan,” ucapnya.
Namun diakui disektor lain seperti perikanan, peternakan dan pertanian dinilai belum tergarap optimal. Masih banyak pekerjaan rumah untuk memastikan industrialisasi dapat berkembang merata di semua sektor unggulan Kaltim.
"Selain itu kendala terbesar saat ini adalah kesiapan lahan. Sebab pembangunan industri membutuhkan lahan yang berstatus clear and clean, sementara penyelarasan RTRW antara provinsi dengan kabupaten/kota masih dalam proses," kata Heni lagi.
Kondisi tersebut membuat pengembangan kawasan industri tertentu berjalan lebih lambat. Meski demikian, dirinya memastikan Pemprov Kaltim terus membuka ruang bagi investor.
"Berbagai pendekatan dan fasilitasi terus kita lakukan untuk mempercepat kemajuan hilirisasi di sektor-sektor yang potensial namun belum tergarap maksimal," pungkas Heni.
Editor: Aspian Nur




