Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Ekonomi Bisnis

Ekonomi Hijau Dinilai Belum Nyata, Pengamat Sebut Hanya Slogan

Koran Kaltim
20 Januari 2026
0 views
2 min
Pengamat Ekonomi Unmul, Purwadi (Dok/KK).

Penulis: M Rafik

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Wacana pengembangan ekonomi hijau yang selama ini digaungkan pemerintah dinilai belum sepenuhnya terwujud dalam kebijakan nyata. 

Pengamat Ekonomi Universitas Mulawarman, Purwadi Purwoharsojo, menilai konsep tersebut masih lebih banyak hadir sebagai jargon dibandingkan implementasi di lapangan, terutama di daerah yang ekonominya masih bertumpu pada sektor ekstraktif.

Menurut Purwadi, ekonomi hijau semestinya menjadi jalan keluar dari ketergantungan jangka panjang terhadap sumber daya alam yang rentan terhadap fluktuasi harga global. Namun, hingga kini, transisi menuju model ekonomi yang lebih berkelanjutan belum berjalan optimal.

“Ekonomi hijau itu bukan sekadar bicara lingkungan, tapi juga soal menciptakan nilai tambah ekonomi, lapangan kerja baru, dan keberlanjutan fiskal,” ujarnya.

Ia menilai, daerah seperti Kaltim memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekonomi hijau melalui energi terbarukan, pengelolaan hutan berkelanjutan, pertanian modern, hingga industri berbasis lingkungan. Sayangnya, potensi tersebut belum diikuti dengan kebijakan yang konsisten dan terintegrasi.

Purwadi menyoroti, orientasi pembangunan masih kuat pada investasi padat modal yang minim serapan tenaga kerja. Kondisi ini dinilai bertolak belakang dengan semangat ekonomi hijau yang seharusnya inklusif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kalau investasi hanya mengejar angka dan tidak menciptakan pekerjaan, maka ekonomi hijau hanya akan jadi slogan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan, tanpa pergeseran kebijakan yang serius, ketergantungan pada komoditas seperti batu bara dan sawit akan terus membuat perekonomian daerah rentan terhadap gejolak global, termasuk konflik geopolitik dan perlambatan ekonomi negara mitra dagang.

Purwadi mendorong pemerintah untuk menjadikan ekonomi hijau sebagai arus utama pembangunan, bukan program tambahan. Menurutnya, dibutuhkan peta jalan yang jelas, insentif bagi pelaku usaha, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia lokal agar transisi ekonomi dapat berjalan efektif.

“Ekonomi hijau harus dieksekusi, bukan sekadar dikampanyekan. Kalau ini berhasil, dampaknya bukan hanya pada lingkungan, tapi juga pada ketahanan ekonomi jangka panjang,” pungkasnya.


Editor: Erwin 

Tags:

Ekonomi BisnisBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Ekonomi Bisnis.