Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Ekonomi Bisnis

Produksi Padi Kaltim Menguat, Jadi Penopang Ketahanan Pangan Awal 2026

Adi Putra
5 Februari 2026
0 views
2 min
Produksi padi di Kaltim sepanjang tahun 2025 meningkat, Kaltim mulai mempersiapkan ketahanan pangan (Rafik/Korankaltim.com).

Penulis: M Rafik

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Ketahanan pangan Kalimantan Timur menunjukkan tren menguat sepanjang 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim mencatat produksi padi daerah ini mencapai 270,87 ribu ton Gabah Kering Giling (GKG), meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai mengatakan, capaian tersebut mencerminkan perbaikan kinerja sektor pertanian daerah.

“Produksi padi sepanjang 2025 meningkat 21,23 ribu ton atau tumbuh 8,50 persen dibandingkan 2024 yang sebesar 249,64 ribu ton GKG,” ujarnya.

Menurut Mas’ud, peningkatan produksi ini menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas pasokan pangan daerah. Meski demikian, pola produksi padi selama 2025 mengalami fluktuasi mengikuti siklus tanam dan panen.

“Puncak produksi terjadi pada September 2025 dengan capaian 67,68 ribu ton GKG, sementara produksi terendah tercatat pada Januari sekitar 0,87 ribu ton GKG,” jelasnya.

Kinerja positif tersebut turut ditopang oleh bertambahnya luas lahan panen. Berdasarkan Survei Kerangka Sampel Area (KSA), luas panen padi di Kalimantan Timur sepanjang 2025 mencapai 66,52 ribu hektare.

“Angka ini meningkat sekitar 3,48 ribu hektare atau 5,51 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Mas’ud.

Ia menambahkan, tren positif diperkirakan masih berlanjut pada awal 2026. Terlebih, berdasarkan data yang ada luas panen padi pada periode Januari Maret 2026 diproyeksikan mencapai 25,20 ribu hektare.

“Ini naik 24,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ungkapnya.

Dari sisi wilayah, produksi padi terbesar masih disumbang Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Paser, dan Kabupaten Penajam Paser Utara. 

Sementara Kota Bontang, Kota Balikpapan, serta Kabupaten Mahakam Ulu tercatat sebagai daerah dengan kontribusi produksi terendah.

Jika dikonversikan menjadi beras, total produksi padi Kaltim sepanjang 2025 setara 157,55 ribu ton beras.

“Jumlah ini meningkat 12,34 ribu ton dibandingkan produksi beras 2024 dan menjadi penopang penting ketahanan pangan daerah,” tutupnya.

Editor: Erwin

Tags:

Ekonomi BisnisBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Adi Putra

2

Penulis di kategori Ekonomi Bisnis.