Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Ekonomi Bisnis

TPT Kaltim Naik Jadi 5,20 Persen, Pengangguran Lulusan SMK Masih Tertinggi

Adi Putra
6 Februari 2026
0 views
2 min
Grafik pengangguran berdasarkan dari lulusan (istimewa).

Penulis: M Rafik

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada November 2025 sebesar 5,20 persen. 

Angka ini mengalami kenaikan tipis 0,02 persen poin dibandingkan Agustus 2025, seiring bertambahnya jumlah angkatan kerja di daerah tersebut.

Kepala BPS Kaltim, Mas’ud Rifai, menjelaskan kenaikan TPT terjadi karena pertumbuhan angkatan kerja lebih cepat dibandingkan penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), jumlah angkatan kerja Kaltim mencapai 2,07 juta orang, naik 2.028 orang dalam tiga bulan terakhir.

“Secara absolut, jumlah penduduk yang bekerja juga meningkat. Ini menunjukkan pasar kerja masih bergerak, meski belum sepenuhnya mampu menyerap tambahan angkatan kerja baru,” ujar Mas’ud Rifai, Jumat (6/2/2025).

BPS mencatat jumlah penduduk bekerja di Kaltim mencapai 1,97 juta orang, bertambah 1.635 orang dibandingkan Agustus 2025. Struktur ketenagakerjaan masih didominasi sektor perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi kendaraan, dengan kontribusi 18,38 persen. Sementara sektor dengan kontribusi terendah adalah real estat sebesar 0,62 persen.

Dari sisi kualitas pekerjaan, kondisi ketenagakerjaan menunjukkan perbaikan. Proporsi pekerja formal meningkat menjadi 57,94 persen, naik 1,16 persen poin. Selain itu, persentase setengah pengangguran dan pekerja paruh waktu juga mengalami penurunan signifikan.

Mas’ud Rifai menilai tren tersebut mengindikasikan membaiknya kualitas lapangan kerja di Kaltim. 

“Penurunan pekerja paruh waktu dan setengah pengangguran menunjukkan jam kerja semakin stabil dan produktivitas tenaga kerja cenderung membaik,” jelasnya.

Meski demikian, BPS mencatat TPT perempuan masih lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Pada November 2025, TPT perempuan mencapai 7,30 persen, sementara laki-laki berada di angka 4,05 persen.

Mas’ud Rifai juga mengungkapkan, pengangguran di Kaltim masih didominasi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Berdasarkan Sakernas November 2025, Tingkat Pengangguran Terbuka lulusan SMK tercatat paling tinggi, yakni 9,51 persen, jauh di atas lulusan SMA, SMP, maupun pendidikan dasar.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan masih adanya ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja. Sementara itu, TPT terendah tercatat pada penduduk berpendidikan SD ke bawah sebesar 2,32 persen, meski kelompok ini umumnya bekerja di sektor informal.

BPS Kaltim menilai peningkatan kualitas link and match antara pendidikan kejuruan dan sektor industri menjadi kunci untuk menekan pengangguran terdidik di daerah. 


Editor: Erwin

Tags:

Ekonomi BisnisBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Adi Putra

2

Penulis di kategori Ekonomi Bisnis.