Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Ekonomi Bisnis

Ekspor Kaltim Turun Tajam di Januari, Sinyal Awal Tahun yang Berat

Adi Putra
3 Maret 2026
0 views
2 min
BPS Kaltim mencatat penurunan ekspor Kalimantan Timur pada Januari 2026. (BPS Kaltim/KK).

Penulis: M Rafik

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Awal tahun 2026 menjadi periode yang menantang bagi perdagangan luar negeri Kalimantan Timur (Kaltim). Nilai ekspor pada Januari 2026 tercatat sebesar USD 1.585,06 juta atau anjlok 31,25 persen dibandingkan Desember 2025.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur, Mas’ud Rifai, menyebut penurunan terjadi hampir di seluruh komponen utama ekspor.

“Baik migas maupun nonmigas mengalami penurunan. Faktor harga dan volume komoditas, terutama tambang, sangat berpengaruh,” jelasnya.

Ekspor migas pada Januari 2026 tercatat USD 115,94 juta atau turun 56,23 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, ekspor nonmigas mencapai USD 1.469,12 juta, terkoreksi 28,01 persen.

Jika dibandingkan periode yang sama tahun 2025, capaian Januari 2026 juga turun 5,55 persen. Kondisi ini menunjukkan tekanan kinerja ekspor masih membayangi Kaltim di awal tahun.

Dari sisi komoditas, penurunan terbesar terjadi pada golongan bahan bakar mineral yang menyusut USD 309,21 juta atau 21,07 persen. Di tengah tren penurunan tersebut, golongan berbagai produk kimia justru naik USD 16,52 juta atau 36,72 persen.

Mas’ud menambahkan, struktur ekspor Kaltim masih ditopang sektor tambang dengan kontribusi 73,06 persen. Hasil industri menyumbang 19,52 persen dan migas 7,31 persen. “Ketergantungan terhadap komoditas tambang masih dominan,” tegasnya.

Tiongkok tercatat sebagai negara tujuan utama dengan nilai ekspor USD 567,41 juta atau 38,62 persen. Disusul India USD 190,61 juta dan Filipina USD 146,39 juta.

Adapun pelabuhan dengan kontribusi ekspor terbesar yakni Balikpapan, Samarinda, dan Tanjung Bara.


Editor: Erwin


Tags:

Ekonomi BisnisBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Adi Putra

2

Penulis di kategori Ekonomi Bisnis.