Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Ekonomi Bisnis

Barang Konsumsi dan Modal Turun, Impor Kaltim Melambat di Awal Tahun

Koran Kaltim
4 Maret 2026
0 views
2 min
Aktivitas investasi di Kaltim dinilai menurun dilihat dari Impor barang dan modal yang cenderung menurun. (Foto: Istimewa)

Penulis: M Rafik

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Awal tahun 2026 ditandai perlambatan impor barang konsumsi dan barang modal di Kalimantan Timur (Kaltim). Kondisi ini mencerminkan penyesuaian aktivitas belanja masyarakat dan investasi pada Januari.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Mas’ud Rifai, mengungkapkan total impor Januari 2026 tercatat sebesar USD 637,64 juta atau naik 5,62 persen dibanding Desember 2025. Namun, kenaikan itu tidak merata di seluruh kelompok barang.

“Yang meningkat justru bahan baku dan penolong sebesar 6,73 persen. Sementara barang konsumsi turun 18,97 persen dan barang modal turun 20,30 persen,” jelasnya.

Penurunan barang modal mengindikasikan adanya perlambatan pengadaan mesin maupun peralatan produksi. Di sisi lain, turunnya impor barang konsumsi menunjukkan pola belanja yang lebih selektif di awal tahun.

Secara komposisi, impor masih didominasi sektor migas yang mencapai USD 584,22 juta atau naik 10,76 persen. Sebaliknya, impor nonmigas turun 29,96 persen menjadi USD 53,42 juta.

Dari komoditas nonmigas, bahan kimia anorganik mencatat lonjakan tertinggi. Sedangkan kelompok kapal, perahu, dan struktur terapung mengalami penurunan terdalam.

Tiongkok tercatat sebagai negara asal utama impor nonmigas dengan kontribusi 32,43 persen atau senilai USD 17,32 juta. Disusul Amerika Serikat sebesar USD 5,85 juta dan Malaysia sebesar USD 3,52 juta.

Meski impor migas meningkat, neraca perdagangan Kaltim tetap mencatat surplus sebesar USD 947,42 juta. Surplus tersebut terutama disumbang sektor nonmigas sebesar USD 1.415,70 juta, sementara sektor migas masih defisit USD 468,28 juta. 

Editor: Erwin 

Tags:

Ekonomi BisnisBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Ekonomi Bisnis.