Penulis: Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — Himpitan ekonomi yang membayangi sepanjang 2025 mulai berdampak nyata pada sektor otomotif.
Pelemahan daya beli masyarakat akibat inflasi, kekhawatiran Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), serta perubahan pola konsumsi membuat konsumen lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang, terutama untuk kebutuhan sekunder seperti kendaraan.
Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menunjukkan lonjakan PHK pada periode Januari hingga April 2025 yang mencapai 24.036 kasus, naik 27,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
Selain itu, sekitar 11,1 juta pekerja sektor informal kehilangan peluang kerja layak dalam kurun 2020 hingga 2025. Kondisi ini memicu perlambatan konsumsi rumah tangga yang turut menyeret industri otomotif.
Branch Manager Astra Daihatsu Samarinda, Alex Budianto mengungkapkan bahwa pasar otomotif nasional mengalami penurunan signifikan sepanjang 2025.
Meski demikian, Daihatsu tetap mampu mempertahankan posisi kedua pangsa pasar (market share) nasional selama 17 tahun berturut-turut.
"Market otomotif pada 2024 berada di angka 76,9 persen, sedangkan di 2025 turun menjadi 63,8 persen. Secara nasional turun sekitar 24 persen dibandingkan 2024,” kata Alex.
Tren penurunan ini juga menjalar ke Kota Samarinda, di mana pasar otomotif tercatat turun hingga 34 persen. Kondisi tersebut berimbas langsung pada performa penjualan Daihatsu di ibu kota Kalimantan Timur (Kaltim) ini.
“Data Daihatsu di Samarinda rata-rata penjualan per bulan di 2024 sekitar 179 unit. Di 2025 turun menjadi 99 unit per bulan, atau terkoreksi sekitar 45 persen,” jelasnya.
Ditengah situasi tersebut, Gran Max Pick Up dan Sigra tetap menjadi tulang punggung dengan kontribusi masing-masing sebesar 33 persen dan 28 persen. Alex mengakui mayoritas pembelian dilakukan melalui skema kredit, namun pihak pembiayaan (leasing) kini jauh lebih selektif.
“Di 2025 kemarin dengan kondisi ekonomi yang kurang baik teman-teman di leasing juga mengalami tekanan sehingga lebih selektif dalam penyaluran kredit,” tambahnya.
Menyikapi hal ini, diler mulai menyusun strategi baru. Pimpinan Cabang Daihatsu Serba Mulia Auto PM Noor Samarinda, Yudi menyatakan pihaknya kini memperkuat penetrasi di sektor UMKM, khususnya untuk kendaraan niaga.
“Kami coba maksimalkan di UMKM, terutama pick up. Kita gandeng leasing untuk memberikan paket menarik sesuai kemampuan pelaku usaha,” ujar Yudi.
Untuk segmen LCGC seperti Sigra dan Ayla, program khusus juga disiapkan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan penawaran uang muka dan bunga kompetitif, termasuk subsidi sebesar Rp2 juta.
Program ini diharapkan dapat memicu minat beli di tengah tantangan ekonomi. Selain itu, Daihatsu meluncurkan kampanye “DaiFit 2026” mulai 1 Februari hingga 30 April, yang menawarkan hadiah undian sembilan paket umrah nasional bagi konsumen di seluruh jaringan resmi.
“Kendaraan kami dikenal irit, bandel, ekonomis, dan perawatannya mudah. Saat uang sedang seret, ini jadi pilihan rasional,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur




