Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Ekonomi Bisnis

Pasokan Berangsur Normal, Harga Cabai di Kukar Mulai Turun Setelah Lebaran

Adi Putra
24 Maret 2026
0 views
2 min
Cabai segar yang dijual di pasaran (heri/kk)

Penulis : Muhammad Heriansyah 

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG  — Setelah sempat melambung tinggi pasca perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, harga cabai di Kutai Kartanegara kini mulai menunjukkan tren penurunan. Kendati pun turunnya harga ini masih tergolong tinggi namun tetap bisa memberi sedikit kelegaan bagi pedagang maupun konsumen.

Rahmi, seorang pedagang  sayur mengungkapkan, harga cabai sebelumnya sempat menyentuh angka Rp150 Ribu hingga Rp200 Ribu per kilogram sehari setelah Lebaran namun saat ini harga tersebut mulai turun menjadi sekitar Rp130 Ribu per kilogram.

“Dulu sehari setelah Lebaran Rp150 Ribu sampai Rp200 Ribu sekilo, sekarang sudah turun menjadi Rp130 ribu per kilo,” ujarnya kepada korankaltim.com, Selasa (24/3/2026).

Rahmi yang setiap hari berbelanja di Pasar Gerbang Raja Mangkurawang Tenggarong dan menjual kembali dagangannya di kios rumahan Kelurahan Loa Tebu menjelaskan, lonjakan harga cabai terjadi akibat terganggunya pasokan dari petani saat momentum Idulfitri.

Banyak petani yang belum melakukan panen secara maksimal karena libur hari raya, sementara permintaan pasar justru meningkat tajam. Kondisi ini menyebabkan ketidakseimbangan antara pasokan dan kebutuhan, sehingga harga cabai melonjak drastis. “Satu diantara penyebabnya karena petani belum semua panen waktu Lebaran. Permintaan tinggi, tapi barang terbatas, jadi harganya ikut naik,” papar Rahmi.

Dalam kondisi normal, harga cabai merah segar di pasaran berkisar antara Rp35 Ribu hingga Rp40 Ribu per kilogram, jauh dibawah harga saat ini.

Meski harga mulai turun, Rahmi berharap pasokan cabai kembali stabil dalam waktu dekat agar harga bisa kembali normal. Stabilitas harga dinilai penting, tidak hanya bagi pedagang, tetapi juga untuk menjaga daya beli masyarakat.

Penurunan harga ini menjadi indikasi awal pulihnya rantai pasok pasca-Lebaran, seiring aktivitas petani yang mulai kembali normal dan distribusi barang yang semakin lancar di pasaran. “Ya semoga ga pedas-pedas amat ya dan semakin turun normal kan para petani sudah mulai banyak yang memetik tanaman cabai nya,” harapnya.


Editor: Aspian Nur

Tags:

Ekonomi BisnisBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Adi Putra

2

Penulis di kategori Ekonomi Bisnis.