Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Ekonomi Bisnis

Harga Minyak Goreng Tembus Rp50 Ribu, Pedagang Gorengan di Tenggarong Keluhkan Biaya Produksi Membengkak

Adi Putra
8 April 2026
0 views
2 min
Ilustrasi. (Istimewa)

Penulis: Muhammad Anshori

KORANAKALTIM.COM, TENGGARONG - Pedagang gorengan di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kini harus memutar otak akibat harga bahan pokok minyak goreng naik.

Uswatun,  pelaku usaha gorengan di Tenggarong mengungkapkan, harga minyak goreng kemasan dua liter kini menyentuh angka Rp47 Ribu, naik signifikan dari harga sebelumnya yang hanya Rp38 Ribu. "Harga minyak goreng naik, itu tergantung merek ada yang Rp44 Ribu sampai Rp50 Ribu kemasan dua liter. Padahal sebelumnya hanya di kisaran Rp38 Ribu," kata Uswatun Rabu (8/4/2026).

Kenaikan ini terasa sangat mencekik mengingat dalam sehari Uswatun membutuhkan sekitar delapan liter minyak goreng. Meski biaya produksi membengkak, ia mengaku belum menaikkan harga jual dagangannya karena takut kehilangan pelanggan. "Kalau harga produk dinaikkan, khawatir pembeli sepi. Tapi kalau tetap harga lama, tidak menutup biaya operasional bahkan bisa rugi. Kami juga memantau harga pasar," paparnya. 

Diharapkan harga bahan pokok di Kota Raja bisa segera stabil agar usahanya tetap berjalan normal. Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar Sayid Fathullah menjelaskan, kenaikan harga ini dipicu oleh situasi geopolitik global. "Kenaikan harga minyak goreng ini dipicu adanya perang di Timur Tengah. Dampaknya bukan hanya di Indonesia, tapi juga merambah ke beberapa negara lain," ucap Sayid.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Kukar bekerja sama dengan Bulog Samarinda telah menggelar Operasi Pasar Murah (OPM) di seluruh kecamatan. Upaya ini dilakukan untuk menyediakan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat dan pelaku usaha kecil.

Sejak Operasi Pasar Murah pada Januari 2026 hingga kini ada 40 titik yang telah berjalan. “Kami akan jalankan OPM ke 20 kecamatan se-Kukar, 60 titik belum terlaksana,” jelas Sayid.


Editor: Aspian Nur

Tags:

Ekonomi BisnisBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Adi Putra

2

Penulis di kategori Ekonomi Bisnis.