Penulis : M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Tantangan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kalimantan Timur mulai dijawab lewat pendekatan yang lebih terarah. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur mendorong kampus tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai motor penguatan literasi kebanksentralan di daerah.
Langkah ini ditandai dengan peluncuran Program Pendidikan Kebanksentralan yang dirangkai dengan penandatanganan kerja sama bersama enam perguruan tinggi di Kaltim. Program tersebut dinilai menjadi strategi jangka panjang untuk membangun SDM yang adaptif terhadap dinamika ekonomi dan keuangan.
Kepala Perwakilan BI Kaltim Jajang Hermawan menyebut penguatan literasi kebanksentralan menjadi kebutuhan mendesak di tengah perubahan sistem ekonomi yang semakin kompleks. “Melalui program ini, kami ingin memastikan mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki wawasan praktis terkait kebijakan bank sentral dan sistem keuangan,” kata Jajang kepada Korankaltim.com disela kegiatan Jumat (24/4/2026) hari ini.
Program Pendidikan Kebanksentralan merupakan pengembangan dari skema sebelumnya yang kini diperluas dalam tiga pilar utama, yakni pembelajaran, penelitian dan pemberdayaan. “Ini bentuk transformasi pendekatan kami. Tidak lagi sebatas bantuan pendidikan, tetapi juga mendorong riset dan pemberdayaan mahasiswa agar lebih aktif dan berdaya saing,” imbuh Jajang.
Enam perguruan tinggi yang terlibat dalam kerja sama ini meliputi Universitas Mulawarman, UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda, Universitas Kutai Kartanegara, Politeknik Negeri Samarinda, serta Politeknik Pertanian Negeri Samarinda.
Dari pihak akademisi, kerja sama ini disambut sebagai peluang memperkuat peran kampus dalam menjawab kebutuhan pembangunan daerah. Rektor Universitas Kutai Kartanegara, Ince Raden, menilai kolaborasi tersebut akan membuka ruang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk terlibat dalam isu-isu strategis ekonomi. “Program ini sangat relevan dengan kebutuhan saat ini. Mahasiswa perlu dibekali pemahaman yang komprehensif agar mampu berkontribusi dalam pembangunan, tidak hanya di level lokal tetapi juga nasional,” paparnya.
Jajang menegaskan komitmen perguruan tinggi untuk mendukung implementasi program melalui penguatan pembelajaran dan penelitian. “Kami siap bersinergi dengan Bank Indonesia, terutama dalam mengintegrasikan materi kebanksentralan ke dalam kegiatan akademik dan riset,” ucap Jajang.
Kegiatan juga diisi dengan kuliah umum yang diikuti sekitar 180 mahasiswa. Materi yang disampaikan mencakup peran bank sentral, sistem pembayaran, hingga pelindungan konsumen—isu yang dinilai semakin penting di era digitalisasi sektor keuangan.
Melalui program ini, BI Kaltim berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pemahaman kuat terhadap stabilitas ekonomi dan sistem keuangan. “Ke depan, kami ingin sinergi ini terus berkembang dan memberikan dampak nyata, khususnya dalam menciptakan SDM unggul yang siap menghadapi tantangan ekonomi global,” tutup Jajang.
Editor: Aspian Nur




