Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Ekonomi Bisnis

Dana Bergulir UMKM di Kubar 2025 Tembus Rp2,47 Miliar, Target Penerima Belum Maksimal

Adi Putra
7 Mei 2026
0 views
2 min
Pelaku UMKM di pasar tradisional Kubar melayani aktivitas jual beli masyarakat (Adi/korankaltim.com)

Penulis: Kusmas Riadi

KORANKALTIM.COM, SENDAWAR – Program dana bergulir untuk pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Kutai Barat sepanjang 2025 mencatat realisasi penyaluran sebesar Rp2,47 miliar atau sekitar 96,8 persen dari target Rp2,55 miliar. Meski realisasi penyaluran tergolong tinggi, jumlah penerima manfaat belum mencapai target yang ditetapkan.

Berdasarkan hasil evaluasi, program tersebut menjangkau 42 UMKM sepanjang 2025. Jumlah itu masih berada di bawah target tahunan yang ditetapkan yakni 50 pelaku usaha.

Kepala Subbagian Tata Usaha Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelola Dana Bergulir Kubar, Rajunal mengatakan secara keuangan program tersebut tetap menunjukkan kinerja yang cukup stabil. Selain realisasi penyaluran yang mendekati target, tingkat pengembalian pokok pinjaman juga tercatat cukup baik.

Penerimaan pokok mencapai Rp2,4 miliar. Sementara tingkat kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) tetap terjaga di angka 5 persen, sama seperti capaian pada 2024.

“Secara umum pengelolaan masih terjaga. Penyaluran tetap berjalan, pengembalian pokok juga cukup baik, dan rasio kredit bermasalah masih dalam batas aman,” ujar Rajunal kepada Korankaltim.com, Kamis (7/5/2026).

Di sisi lain, pendapatan BLUD pada 2025 tercatat Rp317,58 juta atau 94,80 persen dari target Rp335 juta. Angka ini sedikit menurun dibanding capaian 2024 yang mencapai 98,49 persen.

Sejumlah faktor turut memengaruhi belum optimalnya capaian program, mulai dari keterbatasan sumber daya manusia, kebutuhan penguatan sistem kerja berbasis digital, hingga dukungan anggaran operasional lapangan. Luasnya wilayah Kubar juga menjadi tantangan dalam proses monitoring, pendampingan, dan penagihan kepada penerima manfaat.

Pj Sekda Kubar, Kamius Junaidi, menegaskan pengelolaan dana bergulir tidak cukup hanya tertib secara administrasi, tetapi juga harus mampu memberi dampak nyata bagi pertumbuhan usaha masyarakat.

“Jangan sampai dana bergulir berhenti menjadi bergulir karena lemahnya pengawasan dan penagihan. Kita tidak hanya bicara berapa dana yang disalurkan, tetapi seberapa besar dampaknya terhadap usaha masyarakat,” tegasnya.

Untuk 2026, UPT Dana Bergulir Kubar menargetkan penyaluran sebesar Rp2,58 miliar dengan sasaran 52 UMKM. Pemerintah berharap evaluasi tahun ini menjadi dasar perbaikan tata kelola, penguatan kapasitas pengelola, serta optimalisasi pelayanan agar target program dapat tercapai secara maksimal.


Editor: Erwin

Tags:

Ekonomi BisnisBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Adi Putra

2

Penulis di kategori Ekonomi Bisnis.