Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Ekonomi Bisnis

Ekonomi Kaltim Tumbuh 2,99 Persen, Ditopang Sektor Jasa dan Perdagangan

Adi Putra
11 Mei 2026
0 views
2 min
Aktivitas UMKM di Pasar Ramadan di kawasan GOR Segiri Samarinda tahun 2026 (Foto:Rafik/Korankaltim)

Penulis: M Rafik

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat pertumbuhan ekonomi Kaltim pada Triwulan I 2026 sebesar 2,99 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Kepala BPS Kaltim, Mas’ud Rifai, mengatakan pertumbuhan ekonomi daerah masih bergerak positif meski sektor utama pertambangan mengalami perlambatan.

“Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur masih ditopang aktivitas perdagangan, transportasi, serta sektor akomodasi dan makan minum yang mengalami peningkatan cukup tinggi secara tahunan,” ujarnya dalam rilis resmi BPS Kaltim yang dikutip, Senin (11/5/2026).

BPS mencatat lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi mencapai 15,94 persen. Disusul jasa lainnya sebesar 15,78 persen serta perdagangan besar dan eceran termasuk reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 14,97 persen.  

Mas’ud menyebut, menguatnya sektor perdagangan dan jasa menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat masih cukup terjaga di awal tahun.

“Kami melihat ada pergerakan positif dari sektor-sektor jasa dan konsumsi masyarakat. Ini menunjukkan aktivitas ekonomi domestik tetap berjalan,” katanya.  

Meski demikian, sektor pertambangan dan penggalian yang masih menjadi tulang punggung ekonomi Kaltim tercatat mengalami kontraksi sebesar 1,19 persen. Sektor jasa keuangan dan asuransi juga turun 3,05 persen secara tahunan.  

“Pertambangan masih mendominasi struktur ekonomi Kaltim, tetapi pada triwulan ini mengalami kontraksi. Karena porsinya besar, tentu sangat mempengaruhi pertumbuhan daerah,” tutur Mas’ud.  

Berdasarkan data BPS, struktur ekonomi Kaltim masih didominasi sektor pertambangan dan penggalian dengan kontribusi 33,45 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Setelah itu disusul industri pengolahan sebesar 19,39 persen dan konstruksi 11,65 persen.  

Secara nominal, nilai PDRB Kaltim atas dasar harga berlaku pada Triwulan I 2026 mencapai Rp229,08 triliun. Sedangkan PDRB atas dasar harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp149,02 triliun.  

Sementara jika dibandingkan Triwulan IV 2025 atau quarter to quarter (q-to-q), ekonomi Kaltim mengalami kontraksi sebesar 3,69 persen. Penurunan terutama dipengaruhi melemahnya sektor pertambangan, industri pengolahan, dan administrasi pemerintahan.  

Walau demikian, Kaltim masih menjadi kontributor terbesar ekonomi regional Kalimantan dengan sumbangan mencapai 46,48 persen terhadap total perekonomian Pulau Kalimantan.  


Editor: Erwin 

Tags:

Ekonomi BisnisBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Adi Putra

2

Penulis di kategori Ekonomi Bisnis.