Penulis: M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Loa Janan soroti program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan tambang di kawasan Loa Janan masih belum sepenuhnya menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat sekitar tambang.
Sebagian besar program CSR dinilai masih didominasi kegiatan bantuan sesaat dan belum diarahkan untuk membangun ketahanan ekonomi warga dalam jangka panjang.
Sekretaris KNPI Loa Janan, Muhammad Hasbi, mengatakan kawasan lingkar tambang membutuhkan program pemberdayaan yang benar-benar mampu menciptakan peluang usaha dan sumber penghasilan baru bagi masyarakat lokal.
Menurutnya, selama ini masyarakat sekitar tambang terlalu bergantung pada sektor pertambangan, sehingga ketika aktivitas perusahaan mengalami penurunan, kondisi ekonomi warga ikut terdampak.
“Daerah tambang jangan hanya ramai ketika industri sedang berjalan. Harus ada persiapan ekonomi jangka panjang supaya masyarakat tetap memiliki sumber penghasilan ketika aktivitas tambang berkurang,” ujarnya kepada Korankaltim.com, Jumat (29/5/2026).
Ia menilai dana CSR perusahaan tambang seharusnya dapat diarahkan untuk pengembangan sektor produktif yang berkelanjutan, seperti penguatan UMKM, pelatihan keterampilan kerja, pengembangan pertanian modern, hingga dukungan terhadap usaha pemuda.
Selain itu, KNPI Loa Janan juga mendorong perusahaan lebih aktif melibatkan masyarakat dan organisasi kepemudaan dalam penyusunan program CSR agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan.
Hasbi menegaskan program CSR idealnya tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik atau kegiatan seremonial, melainkan mampu menciptakan dampak ekonomi yang nyata bagi warga sekitar tambang.
“Kalau masyarakat diberi pelatihan, modal usaha, dan pendampingan berkelanjutan, itu akan jauh lebih bermanfaat dibanding program yang sifatnya sementara,” katanya.
KNPI Loa Janan juga meminta pemerintah daerah memperkuat pengawasan terhadap realisasi dana CSR perusahaan tambang agar pelaksanaannya lebih transparan dan tepat sasaran.
Menurutnya, keterbukaan penggunaan anggaran CSR penting agar masyarakat dapat mengetahui sejauh mana kontribusi perusahaan terhadap pembangunan kawasan lingkar tambang.
Hasbi menambahkan KNPI Loa Janan siap mendukung dan mengawal program pemberdayaan masyarakat bersama perusahaan maupun pemerintah daerah.
“Harapannya CSR benar-benar menjadi instrumen pembangunan masyarakat, bukan sekadar kewajiban administratif perusahaan,” pungkasnya.
Editor: Erwin




