Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Ekonomi Bisnis

Usung Konsep Homey, Kopi Tana Jadi Tempat Nongkrong Nyaman di Tenggarong

Koran Kaltim
15 Juni 2026
0 views
4 min
Cafe konsep sederhana bernuansa rumahan ala Kop Tana. (Foto: Sok.Korankaltim.com)

Penulis: Muhammad Heriansyah 

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Di tengah hiruk-pikuk aktivitas perkotaan, hadir sebuah ruang sederhana yang menawarkan kenyamanan layaknya rumah sendiri. Kopi Tana menjadi salah satu kafe berkonsep “homey” yang kini mulai menarik perhatian penikmat kopi di Kota Tenggarong.

Berlokasi di Jalan Diponegoro, Gang Koni, tepat di samping Kantor Satlantas Polres Kutai Kartanegara (Kukar), Kelurahan Melayu, kafe yang mulai beroperasi sejak 16 Desember 2025 ini menawarkan suasana tenang yang jauh dari kebisingan lalu lintas kota. Kondisi tersebut membuat Kopi Tana menjadi pilihan ideal untuk bersantai, bekerja, berdiskusi, maupun berkumpul bersama keluarga dan sahabat.

Pemilik Kopi Tana, Azan, mengatakan konsep homey sengaja dipilih untuk menciptakan suasana yang hangat dan akrab bagi setiap pengunjung yang datang.

Menurutnya, sebuah kafe tidak hanya menjadi tempat menikmati minuman, tetapi juga ruang yang mampu menghadirkan rasa nyaman tanpa adanya batasan sosial maupun tuntutan gaya hidup tertentu.

“Dari awal saya memang ingin mengusung konsep homey agar pengunjung bisa memenuhi kebutuhan kafein hariannya tanpa perlu memikirkan outfit atau hal-hal lainnya. Yang penting datang dan merasa nyaman,” katanya kepada Korankaltim.com, Senin (15/6/2026).

Konsep tersebut terbukti mendapat respons positif dari masyarakat. Tidak sedikit pengunjung yang mengaku betah berlama-lama menikmati suasana santai yang ditawarkan Kopi Tana.

Selain suasananya yang nyaman, kafe ini juga menghadirkan beragam pilihan menu dengan harga yang ramah di kantong. Mulai dari Lempeng Pisang, Lumpia Siram, Mariam Kari hingga aneka minuman kopi dan non-kopi yang dibanderol mulai Rp13 ribu hingga Rp35 ribu per porsi.

Untuk kategori minuman, Es Kopi Susu Singgah menjadi menu paling diminati pelanggan. Sementara untuk makanan, Lumpia Pisang berhasil menjadi salah satu menu favorit yang paling sering dipesan.

Tak hanya itu, bagi para pencinta kopi murni, Kopi Tana juga menghadirkan berbagai varian Americano yang menggunakan specialty beans berkualitas. Beberapa menu yang cukup populer di antaranya Big Peach dan Siberi.

“Untuk minuman yang paling laris adalah Es Kopi Susu Singgah, sementara makanan yang paling banyak diminati yaitu Lumpia Pisang. Untuk seri Americano, Big Peach dan Siberi cukup banyak dicari. Kami menggunakan specialty beans untuk minuman berbasis Americano maupun white dan black coffee, sehingga kualitas rasa menjadi salah satu perhatian utama kami,” jelas Azan.

Perjalanan Kopi Tana hingga dikenal masyarakat tidak terjadi secara instan. Pada awal pembukaan, sebagian besar pengunjung merupakan teman-teman dekat pemilik. Namun seiring berjalannya waktu, keberadaan kafe ini mulai dikenal lebih luas berkat promosi dari mulut ke mulut dan unggahan para pengunjung di media sosial.

Konten-konten yang dibuat pelanggan secara tidak langsung menjadi sarana promosi efektif yang membantu memperkenalkan Kopi Tana kepada masyarakat yang lebih luas.

“Awalnya yang datang teman-teman saja. Tetapi setelah ada pengunjung yang membuat konten tentang tempat ini, semakin banyak orang yang datang dan beberapa di antaranya akhirnya menjadi pelanggan tetap,” katanya.

Menariknya, meski saat ini lokasi Kopi Tana telah cukup dikenal masyarakat, pengelola sebenarnya telah memiliki rencana untuk berpindah ke lokasi yang lebih permanen di kawasan Jalan Jenderal Ahmad Yani, tepat di samping rumah sakit baru. Namun, tingginya antusiasme pengunjung membuat rencana tersebut belum direalisasikan dalam waktu dekat.

“Sebenarnya kami berencana membuka lokasi yang lebih permanen karena tempat ini sifatnya masih sementara. Tetapi karena pengunjung terus bertambah, kami memutuskan untuk bertahan di sini sedikit lebih lama,” ungkapnya.

Kopi Tana melayani pengunjung setiap hari mulai pukul 16.00 hingga 22.30 WITA. Ke depan, pihak pengelola berencana memperpanjang jam operasional dengan membuka layanan sejak pagi hari agar dapat menjangkau lebih banyak pelanggan.

Azan berharap, Kopi Tana dapat terus berkembang dan menjadi ruang berkumpul yang nyaman bagi masyarakat Tenggarong. Tidak hanya sebagai tempat menikmati secangkir kopi, tetapi juga menjadi ruang kreatif yang mampu mempererat hubungan sosial di tengah kesibukan masyarakat modern.

“Kami berharap Kopi Tana bisa terus berkembang dan menjadi tempat yang nyaman bagi siapa saja, baik untuk bekerja, berdiskusi, menikmati kopi, maupun menghabiskan waktu bersama keluarga dan sahabat,” tutupnya.

Dengan suasana yang hangat, sajian berkualitas, serta harga yang terjangkau, Kopi Tana membuktikan sebuah usaha kecil dapat tumbuh menjadi ruang publik yang menghadirkan kenyamanan sekaligus memperkuat budaya ngopi dan kebersamaan di Kota Tenggarong.

Editor: Erwin

Tags:

Ekonomi BisnisBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Ekonomi Bisnis.