Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Ekonomi Bisnis

Serat Daun Nanas Kutim Diminati Pasar, Disperindag Dorong Hilirisasi

Adi Putra
23 Juni 2026
0 views
2 min
Bentang lahan tanaman nanas di Desa Himba Lestari, Kecamatan Batu Ampar (Dok.PetaniKutim)

Penulis: Zulhamri

KORANKALTIM.COM, SANGATTA – Produksi sektor pertanian di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah komoditas unggulan mulai memberikan kontribusi terhadap peningkatan perekonomian masyarakat, salah satunya buah nanas dari Desa Himba Lestari, Kecamatan Batu Ampar.

Nanas dengan cita rasa manis tersebut kini tidak hanya dipasarkan di wilayah Kutim, tetapi juga telah menembus pasar luar daerah, seperti Samarinda dan Berau. Tingginya permintaan pasar mendorong pemerintah daerah untuk mengembangkan potensi komoditas tersebut secara lebih optimal.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim terus menggali potensi industri daerah yang sejalan dengan 50 program prioritas pembangunan daerah. Salah satu fokus pengembangan adalah hilirisasi komoditas nanas untuk meningkatkan nilai tambah produk.

Kepala Bidang Industri, Disperindag Kutim, Achmad Dony Evriady, menyebutkan bahwa potensi produksi nanas di Desa Himba Lestari masih sangat besar dan belum dimanfaatkan secara optimal, terutama pada pemanfaatan bagian daun yang selama ini belum diolah secara maksimal.

“Produksi nanas dari petani kita cukup besar, namun pemanfaatannya belum maksimal,” ujarnya, Selasa (23/6/2026).

Karena itu, pihaknya mulai mendorong pengembangan serat daun nanas bersama instansi terkait agar dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat. 

Disperindag Kutim telah melakukan identifikasi potensi, tantangan dan peluang yang ada. Nanas tidak hanya dapat dijual sebagai buah segar, tetapi juga bisa diolah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Selama ini daun nanas yang dihasilkan petani sebagian besar hanya menjadi limbah. Padahal serat daun nanas memiliki karakteristik kuat, ringan, dan ramah lingkungan sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku tekstil, kerajinan tangan, bahan komposit hingga produk kertas.

“Sebenarnya minat pasar terhadap serat daun nanas mulai terlihat. Bahkan, telah ada tawaran dari luar daerah untuk membeli komoditas tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini sudah ada permintaan dari Jawa Barat. Harga serat daun nanas berkisar mencapai sekitar Rp12 Ribu per kilogram. Ini membuktikan komoditas ini memiliki nilai ekonomi yang cukup menjanjikan.

Meski demikian, pengembangan komoditas nanas masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait kondisi geografis dan keterbatasan infrastruktur yang ada di wilayah tersebut.

Disperindag Kutim bersama instansi terkait akan merumuskan langkah strategis agar pengembangan komoditas nanas dan produk turunannya dapat berjalan secara optimal. Terpenting adanya perhatian dan dukungan terhadap para petani.

“Jika tidak ada perhatian dampaknya besar kemungkinan terjadinya alih fungsi tanaman,” pungkasnya.


Editor: Erwin

Tags:

Ekonomi BisnisBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Adi Putra

2

Penulis di kategori Ekonomi Bisnis.