Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Ekonomi Bisnis

Disdag Samarinda Siapkan Beragam Agenda untuk Dongkrak Kunjungan Masyarakat ke Pasar Pagi

Adi Putra
14 Juli 2026
0 views
2 min
Suasana pasar pagi yang terpantau sepi pengunjung (Adnan Abdul/Korankaltim.com)

Penulis: Adnan Abdul 

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda terus menyiapkan berbagai langkah untuk meningkatkan aktivitas perdagangan di Pasar Pagi. Selain mendorong percepatan keterisian kios, pemerintah juga akan menghadirkan beragam kegiatan yang diharapkan mampu menarik lebih banyak masyarakat datang ke kawasan tersebut.

Kepala Disdag Kota Samarinda Nurrahmani mengatakan, kondisi Pasar Pagi yang dinilai masih sepi tidak terlepas dari situasi ekonomi yang saat ini turut memengaruhi pasar tradisional di berbagai daerah. Menurutnya, pemulihan aktivitas perdagangan membutuhkan waktu karena Pasar Pagi baru kembali beroperasi setelah proses penataan.

"Kondisi ini bukan hanya terjadi di Pasar Pagi. Hampir seluruh pasar tradisional juga merasakan dampak perlambatan ekonomi sehingga jumlah pengunjung belum kembali seperti sebelumnya," ujar Nurrahmani, Selasa (14/7/2026).

Untuk meningkatkan kunjungan masyarakat, Disdag telah menyiapkan sejumlah agenda yang melibatkan komunitas, pelaku usaha hingga pihak ketiga. Berbagai kegiatan seperti lomba menggambar, senam bersama dan aktivitas hiburan lainnya akan digelar agar Pasar Pagi tidak hanya menjadi pusat perdagangan, tetapi juga ruang aktivitas masyarakat.

"Kami sedang menyiapkan sejumlah agenda, mulai dari lomba menggambar, senam bersama, hingga berbagai kegiatan lain yang dapat menarik masyarakat datang ke Pasar Pagi. Kami juga membuka peluang bagi event organizer yang ingin menyelenggarakan kegiatan di sana," jelasnya.

Sejumlah pedagang juga mulai berinisiatif mengadakan kegiatan secara mandiri sebagai upaya meramaikan kawasan pasar. Kreativitas tersebut akan terus didukung pemerintah agar suasana perdagangan semakin hidup.

"Kami optimistis Pasar Pagi akan semakin ramai seiring bertambahnya kios yang aktif ditempati pedagang. Jika seluruh kios sudah terisi, berbagai kegiatan promosi, hiburan, maupun aktivitas yang menarik pengunjung akan lebih mudah dilaksanakan," ucap Nurrahmani.

Selain itu, Disdag juga tengah mengkaji pemanfaatan sejumlah ruang di kawasan Pasar Pagi untuk mendukung aktivitas ekonomi. Sementara konsep penggunaan area di lantai atas masih menunggu keputusan Pemerintah Kota Samarinda. Di sisi lain, pengawasan terhadap ketertiban pedagang tetap dilakukan agar ruang publik tidak dimanfaatkan sebagai area perluasan lapak.

"Apabila masih diperlukan penyesuaian teknis tentu dapat dibicarakan bersama. Namun, ruang publik harus tetap dipertahankan sesuai fungsinya dan tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi," pungkasnya.

Editor: Aspian Nur

Tags:

Ekonomi BisnisBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Adi Putra

2

Penulis di kategori Ekonomi Bisnis.