Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Kutai Kartanegara

Intrusi Air Laut, 1.200 KK di Kelurahan Pendingin Kesulitan Air Bersih

Koran Kaltim
20 September 2026
0 views
•2 min
Ilustrasi krisis air bersih. (Foto: Ai Gemini Flash/Muhammad Anshori)

Penulis: Muhammad Anshori

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Intrusi air laut selama musim kemarau menyebabkan sekitar 1.200 kepala keluarga (KK) di Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sangasanga, Kutai Kartanegara (Kukar), kesulitan mendapatkan air bersih layak konsumsi.

Kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut memicu terjadinya fenomena intrusi air laut yang mengubah sumber air utama warga menjadi asin.

Lurah Pendingin, Rahmat Hidayat, mengatakan, wilayah tersebut sangat rentan terhadap intrusi air laut setiap musim kemarau tiba, dampak yang paling dirasakan warga adalah sulitnya memperoleh air bersih.

“Kalau kemarau di wilayah kami memang sering seperti ini asin karena intrusi air laut, kondisi ini jadi persoalan utama untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari seperti memasak, minum dan untuk kebutuhan ibu hamil dan yang baru melahirkan,” kata Rahmat, Minggu (20/9/2026).

Meski air menjadi asin, sejauh ini warga masih memanfaatkan sumber air yang ada khusus untuk aktivitas mandi dan mencuci pakaian. 

Pemerintah kelurahan, kata Rahmat, telah mengupayakan bantuan air bersih dari sejumlah perusahaan lokal. Namun, pendistribusiannya masih terbatas dan terpaksa dilakukan secara bertahap.

“Pihak perusahaan juga membantu pendistribusian air minum, satu orang sebanyak 10 galon, tapi penyalurannya dalam satu bulan hanya sekali dan itu bergiliran untuk dua sampai tiga RT,” ungkapnya.

Selain bantuan dari perusahaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), perkumpulan Bipaksi, para guru, dan Dompet Dhuafa turut menyuplai air bersih dalam dua hari terakhir.

Rahmat berharap dukungan tersebut dapat terus berlanjut, mengingat kebutuhan air bersih warga masih mendesak.

“Dukungan berkelanjutan sangat diperlukan dan kami mendorong beberapa perusahaan yang beroperasi di wilayah Sangasanga juga dapat lebih aktif berkontribusi membantu,” harapnya.

Editor: Erwin

Tags:

Kutai KartanegaraBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Kutai Kartanegara.