Penulis : Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA — Kesempatan mengenyam pendidikan yang lebih layak kini terbuka bagi ratusan anak dari keluarga prasejahtera di Kota Samarinda melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2. Program berasrama yang seluruh kebutuhan pendidikannya ditanggung pemerintah tersebut resmi memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 di Jalan Stadion Utama Palaran, Kelurahan Simpang Pasir Kecamatan Palaran Jumat (31/7/2026). Sebanyak 270 siswa baru mengikuti pembukaan MPLS, terdiri atas 90 murid jenjang SD, 90 siswa SMP dan 90 siswa SMA.
Mereka diantar orangtua maupun wali yang berasal dari Samarinda, Kutai Kartanegara (Kukar), Paser hingga Penajam Paser Utara (PPU). Kegiatan MPLS dijadwalkan berlangsung mulai 31 Juli hingga 16 Agustus 2026. Ketua Pelaksana MPLS sekaligus Kepala SRT 2 Samarinda jenjang SMA Rabiatul Adawiyah menyampaikan, kegiatan ini dapat menjadi awal proses adaptasi para siswa dengan lingkungan sekolah dan kehidupan berasrama.
“Besok insya Allah siswa lama sekitar 250 orang juga datang sekaligus pelaksanaan CKG (cek kesehatan gratis) secara serentak,” kata Rabiatul. Dukungan dari berbagai pihak termasuk Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda diharapkan terus mengalir agar program SRT berjalan optimal dan menjangkau lebih banyak anak yang membutuhkan. “Semoga kami selalu sehat dan kuat, serta dapat menjangkau lebih banyak anak,” harapnya.
Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Samarinda Neneng Chamelia Shanti menyebut, proses MPLS di sekolah yang memasuki tahun kedua ini tentu memiliki tantangan tersendiri. Sebab para peserta didik berasal dari latar belakang beragam, sehingga membutuhkan pendampingan lebih intensif.
“Saya salut kepada guru, kepala sekolah, dan seluruh sivitas akademika yang sudah membina anak-anak ini,” ucap Neneng. Kehadiran SRT dinilai menjadi solusi efektif membantu keluarga berpenghasilan rendah karena seluruh kebutuhan pendidikan hingga konsumsi siswa ditanggung pemerintah pusat. Langkah ini diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas dalam jangka panjang.
“Mungkin hasilnya tidak sekarang, tetapi 15 sampai 25 tahun ke depan. Siapa tahu nanti ada anak-anak yang berdiri memimpin seperti hari ini,” sebut Neneng. Pada tahap awal, MPLS tahun ajaran 2026/2027 diikuti 270 siswa baru.
Selanjutnya terdapat tambahan sekitar 90 siswa serta 230 siswa angkatan sebelumnya yang mulai menempati sekolah baru tersebut. Dengan demikian, jumlah peserta didik di SRT 2 diperkirakan mencapai 600 anak dari total kapasitas sekolah yang menampung 1.080 siswa. Iin Indrawati satu diantara orangtua siswa mengaku bersyukur anaknya diterima di SRT 2.
Warga Pinang Seribu, Kecamatan Samarinda Utara itu mengungkapkan, informasi mengenai program tersebut pertama kali diperoleh melalui ketua RT sebelum mengikuti proses pendataan hingga pendampingan dari pihak sekolah.
“Awalnya saya dipanggil RT untuk pendataan, kemudian diarahkan ke kelurahan dan didampingi pihak sekolah. Anak saya memang mau sekolah di sini,” kata Iin.
Rasa bangga dirasakan Iin karena sang anak memperoleh kesempatan belajar di sekolah berasrama secara gratis, lengkap dengan perlengkapan pendidikan dari pemerintah.
“Perasaannya bangga dan senang. Sebelumnya belum pernah sekolah asrama. Harapan saya semoga anak saya bisa maju, sukses, dan pintar,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur




