Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Pendidikan

SMP Teknologi Tenggarong Kekurangan Guru, Kepala Sekolah Ikut Mengajar

Koran Kaltim
16 Agustus 2026
0 views
•2 min
Ilustrasi. (Foto: Dok.AI Gemini Flash/Anshori/KoranKaltim.com)

Penulis: Muhammad Anshori

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - SMP Teknologi Tenggarong masih kekurangan tenaga pendidik untuk memenuhi kebutuhan pengajaran 12 mata pelajaran. 

Kepala SMP Teknologi Tenggarong, Muhammad Ridwan, mengatakan sekolah idealnya membutuhkan sedikitnya 12 guru untuk menangani masing-masing mata pelajaran sesuai bidang keahlian.

Namun, kondisi di lapangan belum memenuhi kebutuhan. Saat ini, jumlah tenaga pengajar, termasuk dirinya sebagai kepala sekolah dan guru bantu, baru mencapai 11 orang.

“Saya sebagai kepala sekolah juga ikut membantu mengajar. Jadi jumlah guru saat ini termasuk saya dan guru bantu ada 11 orang,” kata Ridwan, Minggu (16/8/2026).

Kekurangan tenaga pengajar ini terjadi pada empat mata pelajaran krusial, antara lain Pendidikan Kewarganegaraan (PKN), Pendidikan Agama Islam, Seni Budaya dan Prakarya (SBDP), Pendidikan Agama Kristen.

Pihak yayasan dan sekolah telah membuka rekrutmen tenaga pendidik. Kendati demikian, antusiasme masyarakat untuk melamar tergolong sangat rendah.

“Kita sudah buka pendaftaran, tapi masih minim yang mendaftar menjadi guru di sekolah ini,” ujarnya.

Untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung, sekolah mengambil langkah sementara dengan mendatangkan tenaga pengajar dari luar.

Ridwan mengatakan jadwal guru dari luar tersebut diatur agar tidak berbenturan dengan kewajiban mengajar mereka di sekolah induk.

Menurutnya, rendahnya minat tenaga pendidik untuk bergabung dengan sekolah swasta tidak terlepas dari persoalan kesejahteraan. Saat ini, honor guru di SMP Teknologi Tenggarong hanya Rp12.500 per jam atau sekitar Rp400.000 per bulan.

Kondisi tersebut membuat guru swasta masih bergantung pada honor yayasan dan insentif dari pihak eksternal untuk menambah penghasilan.

“Insentif ini dari pemerintah daerah dengan nilai Rp800.000, tapi untuk mendapatkannya harus sesuai dengan ketentuan syarat yang berlaku,” tutupnya.

Editor: Erwin

Tags:

PendidikanBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Pendidikan.