Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Advertorial

DPRD Bontang Minta Pemerintah Masifkan Penanganan Nyamuk DBD

Koran Kaltim
13 Agustus 2026
0 views
1 min
Anggota Komisi A DPRD Bontang, Arfian Arsyad. (Foto: Dok.Setwan)

Penulis: Rahmadani

KORANKALTIM.COM, BONTANG - Anggota Komisi A DPRD Bontang, Arfian Arsyad meminta pemerintah daerah agar terus memasifkan tindakan penanganan terhadap nyamuk Dengue.

Dirinnya mengatakan bahwa, jenisbnyamuk ini dapat menyababkan seseorang menderita Demam Berdarah (DBD) yang bisa berujung pada kematian. "Nyamuk ini harus diantisipasi sedini mungkin agar tidak menimbulkan korban jiwa. Perlu dilakukan langkah-langkah konkret," katanya, Kamis (13)8/2026)

Ia menjelaskan, langkah pencegahan seperti pengasapan (fogging) saja tidak cukup jika tidak diimbangi dengan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang konsisten di lingkungan masyarakat.

Dirinya juga menyampaikan, Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama pihak Kelurahan dan RT memiliki peran penting dalam mengsosialisasikan gerakan menguras, menutup dan mendaur ulang.

Menurutnya, kesadaran masyarakat sering kali mengendur ketika grafik kasus DBD sedang menurun, padahal ancaman penularan tetap tinggi terutama saat memasuki musim penghujan. "Jangan sampai kita lengah sedikitpun, para tenaga kesehatan juga perlu sigap dalam mendeteksi gejala awal pasien yang terindikasi terserang virus DBD," tuturnya.

Arfian menegaskan, penanganan medis yang cepat dan tepat di tingkat awal dapat menekan risiko komplikasi fatal atau kondisi kritis pada penderita, khususnya anak-anak yang rentan terhadap penyakit.

Dia berharap, kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan dapat terus ditingkatkan. Sinergi lintas instansi juga sangat diperlukan untuk memutus penyebaran Dengue. (Adv)

Editor: Aspian Nur

Tags:

AdvertorialBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Advertorial.