Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Advertorial

Ketua DPRD Kaltara Dorong Perhutanan Sosial untuk Warga Desa Atap

Koran Kaltim
2 Agustus 2026
0 views
1 min
Ketua DPRD Kaltara, Achmad Djufrie. (Foto: Istimewa)

KORANKALTIM.COM, TANJUNG SELOR - DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memberi perhatian terhadap tindak lanjut skema Perhutanan Sosial bagi masyarakat Desa Atap, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan. Program tersebut dinilai penting mengingat sebagian lahan yang dikelola warga masih berada dalam kawasan Hutan Produksi.

Ketua DPRD Kaltara, Achmad Djufrie, mengatakan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama masyarakat Desa Atap dan sejumlah perangkat daerah, telah menghasilkan kesepahaman bahwa persoalan status kawasan harus segera ditangani agar tidak menjadi kendala bagi masyarakat.

“Kalau status lahannya sudah memiliki kepastian melalui skema Perhutanan Sosial, masyarakat akan lebih tenang mengelola lahan pertanian. Karena itu kami berharap proses fasilitasi ini bisa segera berjalan,” kata Achmad Djufrie, pekan ini.

Dalam RDP tersebut, Dinas Kehutanan Kaltara menyatakan kesiapan memfasilitasi skema Perhutanan Sosial. Langkah itu diharapkan dapat memberikan kepastian hukum bagi masyarakat yang selama ini memanfaatkan lahan untuk kegiatan pertanian.

Menurut Achmad Djufrie, keberadaan legalitas tersebut bukan hanya melindungi masyarakat dalam mengelola lahan, tetapi juga membuka peluang bagi kelompok tani untuk memperoleh dukungan dari berbagai program pemerintah.

“Kami ingin masyarakat tidak lagi dibayangi persoalan status kawasan. Yang terpenting, mereka tetap bisa mengelola lahan sesuai aturan dan mendapat pendampingan dari pemerintah,” ujarnya. (Adv)

Editor: Erwin

Tags:

AdvertorialBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Advertorial.