Peringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan GuruPeringati Hari Kebaya Nasional, Saeful Rizal Tegaskan Penting Mencintai Budaya BangsaGedung Baru Ekraf PPU di Penajam Siap Beroperasi, jadi Pusat Aktivitas Pelaku Kreatif‎Fun Bike Hari Bhayangkara ke-80 di Mahulu Dipenuhi Ribuan PesertaMesir Hentikan Langkah Australia Lewat Drama Adu PenaltiDiduga Jadi Lokasi Prostitusi dan Peredaran Miras, Aktivitas Wisma dan Kafe Ilegal di Santan Ulu Resahkan WargaKebutuhan Minyak Capai 1,6 Juta Barel per Hari, PHI Tekankan Pentingnya Produksi DomestikOmbudsman Kaltim Terima 278 Akses Masyarakat, Didominasi Aduan Penundaan LayananHadiri Rakernas ADPSI 2026, Achmad Djufrie Tegaskan Komitmen Pelestarian LingkunganGelar Sosper di Nunukan Timur, Rismanto Dorong Budaya Hidup SehatSosialisasikan Perda Pendidikan di Nunukan, Rismanto Tampung Aspirasi Soal Fasilitas dan Guru
Advertorial

Koperasi Lokal Diminta Masuk Rantai Ekonomi Kaltara

Koran Kaltim
9 Agustus 2026
0 views
2 min
Momen foto bersama di Kantor Kementrian Koperasi RI. (Foto: Istimewa)

KORANKALTIM.COM, JAKARTA - Koperasi memiliki ruang besar untuk mengambil peran dalam pengelolaan potensi ekonomi daerah.

Wakil Ketua Pansus II DPRD Kalimantan Utara, Muhammad Nasir menilai sektor perkebunan, pertanian, perikanan, rumput laut, perdagangan hingga kawasan industri merupakan bidang yang bisa menjadi ruang tumbuh koperasi dan usaha kecil masyarakat lokal.

“Petani, nelayan, pembudidaya rumput laut dan pelaku usaha kecil jangan hanya berada di bagian paling bawah dari rantai ekonomi. Koperasi harus menjadi instrumen untuk meningkatkan posisi tawar masyarakat, mulai dari penyediaan sarana produksi, pembiayaan, pengolahan hingga pemasaran hasil,” ujar Nasir.

Hal itu menjadi salah satu perhatian Pansus II DPRD Kaltara dalam penyusunan Ranperda tentang Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Kecil, pekan ini.

Nasir mengatakan koperasi dapat mengambil posisi lebih besar dalam rantai usaha, bukan hanya sebagai penerima program pemerintah.

Koperasi dapat mengelola kebutuhan produksi anggotanya sekaligus membantu menghubungkan produk masyarakat dengan pasar.

Disisi lain, Pansus II juga meminta kejelasan mengenai pembagian kewenangan antara Pemerintah Provinsi, pemerintah kabupaten/kota dan Pemerintah Pusat. Kejelasan tersebut diperlukan agar materi Ranperda tidak berbenturan dengan aturan yang berada di atasnya.

Karakter Kalimantan Utara sebagai daerah perbatasan juga menjadi perhatian dalam pembahasan. Kondisi geografis, tingginya biaya logistik serta karakter ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan dinilai tidak bisa disamakan begitu saja dengan daerah lain.

“Kami tidak ingin Perda ini nantinya hanya menjadi kumpulan norma yang bagus di atas kertas. Perda ini harus bisa dilaksanakan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Target akhirnya adalah koperasi Kaltara yang sehat, mandiri, naik kelas dan menjadi kekuatan ekonomi rakyat,” pungkas Nasir. (Adv)

Editor: Aspian Nur

Tags:

AdvertorialBerita TerkiniIndonesia

Bagikan Artikel:

Tentang Penulis

Koran Kaltim

2

Penulis di kategori Advertorial.