KORANKALTIM.COM, TANJUNG SELOR – Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Utara Muddain mengenakan sesingal Kaltara kepada Kapolda Kaltara Irjen Pol Agus Wijayanto dalam kunjungan silaturahmi ke DPRD Kaltara Rabu (12/8/2026) kemarin.
Pemberian sesingal tersebut menjadi simbol penghormatan leluhur, sekaligus bentuk penerimaan bagi Kapolda Kaltara yang baru.
Momen tersebut berlangsung saat jajaran Polda Kaltara bersilaturahmi dengan pimpinan dan anggota DPRD Kaltara. Sesingal yang dikenakan kepada Kapolda tidak sekadar menjadi pelengkap dalam penyambutan, tetapi membawa pesan budaya dan penghormatan terhadap nilai-nilai lokal Kaltara.
Muddain mengatakan penyambutan melalui simbol budaya menjadi bagian dari cara masyarakat Kaltara menghormati tamu, terlebih pejabat yang akan menjalankan tugas di daerah yang memiliki karakter wilayah perbatasan dan keberagaman masyarakat.
Menurutnya, hubungan antara DPRD dan Polda Kaltara tidak hanya berkaitan dengan urusan kelembagaan, tetapi juga perlu dibangun melalui komunikasi yang dekat dengan karakter serta nilai yang hidup di tengah masyarakat. “Kaltara memiliki posisi strategis sebagai wilayah perbatasan negara. Karena itu, komunikasi dan koordinasi antarlembaga menjadi penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban sekaligus mendukung pembangunan daerah,” kata Muddain.
Ia menilai kedatangan Kapolda Kaltara bersama jajaran PJU Polda Kaltara ke DPRD menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan kerja kedua lembaga. Berbagai dinamika keamanan maupun persoalan sosial di masyarakat membutuhkan koordinasi agar dapat ditangani sesuai kewenangan masing-masing.
Muddain juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi dengan berbagai unsur pimpinan daerah. Menurut dia, stabilitas daerah merupakan salah satu prasyarat agar aktivitas pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik.
“Dengan komunikasi dan koordinasi yang semakin baik, DPRD dan Polda Kaltara bisa berjalan beriringan dalam mendukung Kaltara yang aman, damai, tertib dan kondusif,” ujarnya.
Ia ingin hubungan kelembagaan yang telah terbangun dapat terus dipelihara, termasuk dengan mengedepankan komunikasi dalam menyikapi berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Bagi Muddain, penghormatan melalui simbol budaya dalam penyambutan Kapolda menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan sejak awal, sekaligus memperkenalkan kekayaan nilai lokal Kaltara kepada pemimpin baru di lingkungan kepolisian daerah. (Adv)
Editor: Aspian Nur




